Kamis, 28 Mei 2015

Google I/O Extended Jember 2015

        Pada hari ini, saya berkesampatan untuk menghadiri acara “Google I/O Extended Jember 2015” yang dilaksanakan oleh mahasiswa prodi Sistem Informasi. Well disini saya mau nulis review tentang keseluruhan cewek  yang ada di acara ini nih. Awal saya kira acara ini merupakan MLM dari produk google dan kita disuruh menjadi downline-downline mereka untuk menawarkan produk herbal dari Google, setelah menjadi downline lalu kita diberi seminar motivasi layaknya acara Teguh Mario. Ternyata acara itu bukan yang saya pikirkan sebelumnya, menurut saya acara ini anti mainstream untuk di UJ (Universitas Jember) sendiri. kok bisa sih yer, acara ini anti mainhatistream? Soalnya acara ini interaktif dalam menyampaikan materinya, terjadi 2 arah komunikasi antara pemateri dengan pesertanya.
          Materi-materi yang disampaikan tentang pengenalan (lebih tepatnya pemaksimalan) fitur-fitur dari produk Google, seperti pemaksimalan fitur yang ada di gmail dan ternyata gmail itu ga cuma buat nerima atau kirim bokep   email. Gmail ternyata bisa juga buat membantu kita dalam menjalani aktifitas, seperti memperat tali silahturahmi kita dengan fitur lingkaran yang diperkenalkan oleh Google+. Setelah itu kita ditantang untuk membuat sebuah blog serta memposting acara ini. Kelihatannya biasa aja sih ya cuma membuat blog dan mempostingnya, tapi temen-temen panitia dari Google I/O Extended Jember ini mengemas acara ini secara menarik seperti memberikan tips-tips mempercantik tampilan blog kita, memberikan tips agar blog kita masuk menjadi daftar pencarian di Google. Hal itu yang buat saya dan peserta lainnya merasa nyaman dalam mengikuti acara ini.
https://plus.google.com/events/gallery/cr112ep74d7f34a1nk232uamur4

       Olala bisa dikatakan keseluruhan acara ini keren dan inspiratif serta membuka cakrawala *asekk rek* (apalagi buat saya yang dari HI). Tahun depan atau engga besok harus diadakan lagi acara Google I/O Extended Jember. Bener deh engga rugi. Oh ya yuk kepoin mantan  acara ini, lewat Google+ sedot bos !!!

Sabtu, 07 Februari 2015

Menjangan sebuah Hasil Cipta Rasa Berselera Tinggi, Dari Sang Hyang Widhi (1)

      Halo gaesss,,, gimana kabarnya nih? Masih semangat mengejar cita-citata dengan galih purnama alias ijom? . saya awali pagi ini dengan menyeruput torabik*a dingin untuk menyapa hari Minggu ini.. mau cerita lagi nih tentang liburan mantan terindah saya di Pulau Dewata. Hayooo apa yang terlintas di benak kalian kalo denger Bali? Pemandangan alam yang indah, banyak pura, kecantikan serta keeksotisan cewek Bali? Dan hal diatas menjadi satu kesatuan yang membentuk Bali sebagai surga dunia.
    Saya ke Bali buat ngebuktiin rekomendasi temen tentang wisata bawah laut yang petjah dan epic pake banget, spot wisata itu ialah Pulau Menjangan. Di sana kita bisa Snorkeling or Diving. Saya dan temen-temen nyobain Snorkeling soalnya selain lebih murah dari Diving , Diving harus memerlukan lisensi kalo kita memang mumpuni untuk menyelam hati mantan. Kurang lengkap? Googling.. that’s why we have Uncle Google to give us many solution.
  Jadi, kita bersepuluh berangkat dari Banyuwangi, menyebrang melalui Pelabuhan Ketapang menuju ke Gilimanuk, iya Gilimanuk bukan nGelehmanok Haha. Jadi kita hanya membayar 8ribu dan kita diantarkan dengan kapal mengarungi Selat Bali menuju Gilimanuk. Perjalanan sih 2 jam kata orang-orang, awalnya saya ga percaya, masa sini ke sana sampe 2 jam gitu, apa 1 jam buat berlayar, 30 menit nya nahkoda sm ABKnya cipokan ,15 menit terus goyang dumang dan 15 menit terakhir goyang geboy mujaer? Entah setan cantik mana yang meracuni pemikiran saya yang polos ini. Eh anjir ternyata beneran 2 jam waktu yang diperlukan untuk menyebrang ke Gilimanuk, ternyata eh ternyata kita berangkat dari Banyuwangi, hape saya menunjukan pukul 06.00 lalu saat mau nyampe Gilimanuk saya ngecek lagi hape dan secara mengejutkan menjadi pukul 08.15 dan saya tersadar kalo Bali itu masuk WITA jadi lebih cepat 1 jam dari WIB. Eh dodo eh dodo ternyata wkwwk..



biar dikata hitz, pake fish eye

    Setelah sampe di Gilimanuk, hal yang saya cari adalah bapak mana bapak mana wakwaw pintu keluar. Setelah keluar dari Gilimanuk, kita langsung gass ke terminal bis nya. Disana untuk naik angkutan menuju ke pertigaan Sumber Wedang. Lalu disaat kita menjejakan kaki di terminal, muncul lah para “pelobi” yang bertugas mempengaruhi kita dalam mengambil keputusan  untuk naik ke angkot dengan harga yang mereka hendaki. tapi dengan cueknya kita hiraukan kicauan mereka. Lalu ada satu angkot yang sedang ngetem di terminal, langsung deh saya nawar ke doi buat check in di hotel nentuin harga yang pas menuju ke pertigaan sumber wedang. Dan seketika saya menjatuhkan tas saya ke bawah lalu sopir angkot dan saya bebarengan mengambilnya, terlintas di pikiran saya *apakah ini sebuah rasa atau kebetulan semata? Huekkk* dan FTV mode on…


    Ilustrasi adegan diperankan oleh model

    sudah-sudah itu hanya bercanda kok haha.. lalu dia minta 200ribu buat nganter kita bersepuluh ke tujuan kita. wetss gile aje lu bang, kite orang bawa duit pas-pasan ini yak. akhirnya  saya mencoba menawar 100rb ke abang sopirnya eh ternyata tak bergeming dia bagaikan patung pancoran ketika angka 100rb saya lontarkan.. dan akhirnya saya menunjuk angka 150rb sebagai jalan tengah dan akhirnya dengan alis yang terangkat setengah, dia mengiyakannya. Jadi deh kita dianter menuju Banyuwangi kembali pertigaan sumber wedang.. ingin tahu kelanjutan cerita dari abang sopir angkotnya perjalanan kita menuju Pulau Menjangan? Tunggu postingan kedua saya yah haha,,,, salam sehat




Minggu, 25 Januari 2015

Untaian Benang Indah yang Kusebut Jogja

(karena sesungguhnya foto di depan jln malioboro itu  terlalu mainstream)

Hayo apa yang terlintas dipikiran kalian jika mendengar nama kota ini? Keren dengan keunikan bangunan-bangunan yang vintage?  atau keramahan dari penduduk lokal kota gudeg ini? Tapi saya mempunyai arti tersendiri dalam mendeskripsikan kota pelajar ini J Jogja adalah ibarat sebuah kotak motif batik yang dipenuhi dengan berbagai macam barang namun tetap teratur didalam kotak tersebut. Kita lihat aja, meskipun banyak pendatang yang berkunjung di kota ini, namun keseimbangan dapat tercipta antara penduduk lokal dan pendatang yang menciptakan sebuah harmoni dalam ritme kehidupan di kota ini. Oh ya di Jogja ada bangunan yang paling Epic menurut saya , yaitu Taman Sari. Bayangkan sob sebuah bekas pemandian selir selir sultan pada jaman dahulu eh sekarang dijadikan perkampungan penduduk, kurang  kreatif gimana orang Jogja dab haha. Bisa dibilang sih, kota ini mempunyai daya magis tersendiri bagi orang yang pernah mengunjunginnya, (eitss jangan mikir macem-macem dulu) magis disini adalah seolah-olah kota ini menyihir kita untuk mengunjunginnya lagi serta mengulang kenangan-kenangan indah di kota ini J.
Btw ngomong-ngomong tentang kenangan, saya juga punya kenangan di kota ini. Ya kenangan bersama si rekka.(bukan nama sebenarnya) (siapa lagi tuh yer?) ada deh pokoknya. Ya sebenarnya sih kunjungan kita ke jogja ini untuk dateng ke seminar ICONAS. Namun dengan kehendakNya , kita (saya dan rekka) kehabisan kuota seminar. Dari 15 anak yang berangkat hanya 10 yang kebagian kuota, 5 lainnya engga termasuk saya dan rekka kwkw.. alhasil kita orang ber 5 yang udah terlanjur beli tiket kereta, terpaksa nganggur di Jogja selama si 10 anak lagi ikut seminar haha. Namun ada hikmahnya sih buat saya, bisa menikmati kota Jogja sama si rekka. Dari monjali hingga taman sari, udah kami kunjungin, keliling Jogja pun kita ladenin juga dari pake TransJogja sampe motoran laksana mengerti jalanan Jogja kwkw. Bisa dibilang Jogja ini yang membuat saya berani untuk jatuh cinta lagi (siahhh taek rahh) dan rekka yang berhasil membuat saya jatuh cinta dan timbul perasaan sayang.

Dan kenangan yang ada di Jogja itu, bukanlah sebuah kenangan yang indah bagi saya, serta bukan sebagai kenangan yang buruk. (lapo yer? Ojok sok bijak cok) gini gini itu kenangan, saya ga lihat dari indah atau buruknya, tapi saya anggep sebagai sebuah potongan puzzle yang melengkapi kehidupan saya. Terima kasih ya cik, sudah mau jadi potongan puzzle koko di Jogja serta melengkapi di kehidupan koko juga :D 

Selasa, 18 Februari 2014

Jomblo Istiqomah




Hmm mendengar ungkapan diatas, (jombloistiqomah) terlintas seperti seorang yang dengan ikhlas menjomblo untuk mendapat ridho sang Ilahi. Tapi di tulisan saya ini tidak membahas sama sekali tentang hal itu.
            Istilah jomblo istiqomah ini terlintas ke pemikiran saya saat kemarin malem dan memutuskan buat ditulis,  setelah saya boker tadi pagi. Jadi gini nih ceritanya , kemarin malem saya termenung sendirian di balkon ngeliatin rumah-rumah di sekililing, mencari kesempatan,   mungkin ada yang bisa di curi……. Bercanda-bercanda,  menurut saya jomblo istiqomah itu adalah keadaan ketika seseorang yang stuck dalam mencari gebetan dan mutusin buat jomblo sampai batas waktu tak ditentukan.  Seperti itulah yg saya alamin. Saya sempat kenalan sana sini sama cewek dan banyak berujung pada kegagalan T_T. juga pernah pacaran sama cowok cewek tapi ujung-ujungnya putus juga. Putusnya pun juga masalah sepele, yaitu “kok merasa enakan kita sebelum pacaranya daripada pas pacaran”.Yah itu yang saya rasakan. Bukannya playboy ,suka main cewek, gasetia. Tapi itu adalah hal yang lumrah terjadi pada cowok yang emang belum mendapatkan partner hidupnya yang pas, mencari-cari kenalan cewek sana sini dengan harapan bias menemukan yang di idamkan. (loh kok nyarinya yang idaman banget yer?? Lo kok perfeksionis sih? Ngaca dong) ya harus nyari yang idaman lah,  kenapa? Karena kalo kitanya nyari yang idaman otomatis pas dengan kita kan, secara idaman kita loh  sob. Emang sih untuk mencari yang idaman membutuhkan struggle yang kuat dan berani survive.  Tapi kalo kita udah merjuangin, namun inceran kita tetap tak bergeming dengan apa yang kita perjuangkan?  J leave it dude, you are man, not boy. (eh kalo perjuangan kita segitu aja sama si cewek,  mana bias luluh si doskinya?) ya gampang, mengutip dari hukum newton 3 “setiap ada gaya aksi, maka akan selalu ada gaya reaksi yang besarnya sama tapi arahnya berlawanandan lagi ketika kita udah berhenti merjuangin doski, dan tiba-tiba si doski meresponkita nah itu berarti dia emang yang dicari.

            Jadi intinya adalah gapapa deh jomblo asal engga membohongin diri sendiri kalo kita belum ngerasa pas sama satu cewek. Dan jadilah jomblo  yang  istiqomah dan tawakall  ya guys. Biar engga ada pihak-pihak  yang tersakitin  :D  #gerakanJI  #JombloIstiqomah

 

 

 

 

#AKURAPOPO